Powered by Max Banner Ads 

May 09 2011

Hati-hati berbicara pada si kecil

Published by admin at 2:57 pm under Berbagai Tips Lainnya, Stimulasi dan Komunikasi

sumber gambar : www.beliefnet.com

sumber gambar : www.beliefnet.com

Parents, pernahkan anda dibuat kesal akan ulah si kecil. Khususnya balita yang suka melancarkan aksi tantrum. Hmm..Hmm.. terbayang rasa kesal kita terhadap si kecil ya. Terkadang pengennya marah. Tapi coba bayangkan setelahnya, betapa kecil dan tak berdaya badannya ketika si kecil menangis, mungkin ia cuma mencari perhatian kita, eh taunya malah kena marah. Isak tangisnya yang membuat kita tak tega dan merasa bersalah karena memarahi si kecil. Bayangkan itu semua sebelum kita memarahi si kecil.

Kata-kata yang kita keluarkan saat marah, kadang malah tidak terkontrol. Pernah merasa memberi cap negatif pada si kecil, misalnya “dasar kamu anak nakal!” ??

atau “awas kalau nakal tangannya mama pukul”, (hiks kejamnya mama)

wah klo aku pribadi sih ngga pernah. Alhamdulillah. :)

Kata-kata kasar itu sebenernya melekat di otaknya. Kalau kita sebut dia nakal, amit-amit ya, ternyata itu akan men-cap dirinya nakal. Sehingga dia akan benar-benar nakal. Ucapan orangtua juga adalah doa. Apakah kita tega mendoakan si kecil agar menjadi anak yang nakal? amit-amit naudzubillah, jangan sampai ya.

Sebenarnya saat anak melancarkan tantrum, ia sendiri bingung menyalurkan amarah/emosinya kemana. Saat dia membangkang, mungkin sebenarnya dia sedang belajar berdiplomasi. Saat dia “keukeuh” (teguh) dengan keinginannya, itu adalah bentuk kepercayaan dirinya. Apakah kita tega menghentikan semua proses yang luar biasa itu dengan amarah dan kata-kata tidak seharusnya? Mungkin parents bisa mengarahkannya daripada memarahinya. Susah memang, butuh kesabaran ekstra. hehe.. that’s why u are called a parent.

Saat dia tantrum, alihkan perhatiannya, sehingga dia lupa dengan marahnya. Saat itu, kita mengajarinya untuk mengatur dan menyalurkan emosi.

Saat dia “membangkang” dan berkata tidak, arahkan dia untuk bisa berdiskusi dan menerima pendapat kita dengan memberinya pilihan lain (yang sebenarnya itu-itu juga hehe), misalnya : “yaudah, kalo ade ngga mau makan, mungkin belum lapar ya? setengah jam lagi kita makan ya”. Beri alasan yang masuk akal dan simpel dicerna anak (bukan membohongi, karena kalau gitu sama saja kita mengajari dia berbohong) misal “kalo ade ngga makan, nanti ngga punya tenaga untuk main lagi, badannya lemes”

Beri dia pilihan lain untuk mengasah otaknya dan melatih rasa percaya dirinya. Misal : “ade maunya makan sama apa? ikan atau ayam?” . repot memang, hehehe again and again, that’s why u are called a parent

Saat dia salah, benarkan dengan penuh kehangatan dan beri ia support. Ucapkan selalu kata-kata yang bijak dan halus. Melalui diri sendiri, ajarkan bagaimana caranya mengontrol emosi.

Saat ini, aku pun masih selalu berusaha. selalu berusaha, belajar dan mencoba. Repot memang, that’s why he calls me a mom :)

Based on : pengalaman pribadi, peristiwa, berbagai literatur

  • Share/Bookmark

BISNIS ONLINE di dBC NETWORK

Mau sukses spt Nadia, ibu rt dgn phasilan 40jt/bln, CRV gratis, & jalan2 ke LN? Gabung sekarang & rasakan perubahan dalam hidup anda.

Tags

One Response to “Hati-hati berbicara pada si kecil”

  1. Ekaon 15 Dec 2011 at 2:23 am

    Salam kenal sesama dbcners nih. Setuju kalo kita musti hari-hati saat berbicara dengan anak. Itu bisa membentuk pola pikir dan tingkah lakunya. So..be smart and patient ya mom. :x Thanks juga buat orang tuaku tentunya. Love you!

Comments RSS

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Security Code:

Search

Dapatkan 7 tips dari Nadia Meutia
dbcn rezki

Bantu suami cari duit di oriflame, yuk...
Hanya dengan mengalihkan belanja bulanan,
dan online, bisa dapatkan puluhan jt/bln,
simak tips dari Dini shanti,
ibu dgn phsilan 50jt/bln
bisnis online