Archive for the 'ASI' Category


 Powered by Max Banner Ads 

Jun 20 2009

Setelah Kelahiran

Setelah melahirkan
Selamat Ibu dan Ayah….
Akhirnya 25 Februari 2007 jam 06.15, lahir bayi laki-laki panjang 45 cm berat 2,75Kg, Naufal Al Barra Hermawan, senangnya tiada tara. Kelahiran bayi membuat semua orang senang dan bersuka cita. Apalagi sang orangtua. Aku juga, meskipun sakit2 begini tapi rasa sakit itu hilang karena kesenengan. Bayi yang 9 bulan (aku sih 8 bulan 1 minggu) ada di perut, bisa ketemu langsung sama yang ngandung. Saat yang dinanti2 untuk berjumpa sang buah hati..ciyeehhh… belum lagi aku melahirkan dengan lancar dan normal. Berkat diskusiku dan janinku yang selalu mengajak dia komunikasi agar lahir normal dan jangan sungsang hehehe. (lihat juga membuat janin pintar, berkomunikasi sejak dini)

Malahan aku belum minta cuti melahirkan. Jadilah saat aku melahirkan, besoknya (senin jam kerjaku) suamiku yang pergi meminta cuti melahirkan, tapi hasilnya, aku punya waktu full 3 bulan bersama bayiku yang lucu.

ASI makanan terbaik untuk bayi, SALAH!!
Selama hamil, aku selalu baca2 buku tentang asi. Dari semua literature tentu tanpa baca pun kita tau, asi lah makanan yang terbaik untuk bayi. Salah, tetapi ASI lah satu-satunya makanan untuk bayi. Tak tergantikan, tak ada yang dapat menyamainya, bahkan menandinginya. Andai aku tau dari dulu tentang inisiasi dini, sudah pasti aku request sama pihak RS untuk inisiasi dini. Yah tapi ya udah lah, udah lewat. Yang penting tekadku untuk memberikan asi ekslusif udah bulat. Dari sebelum melahirkan, aku udah niat memberikan asi.
Saat itu aku demam. Untung ada ibu mertuaku yang selalu sabar dan setia menemaniku. Berhubung ibuku wanita karir sibuk berat, bukannya gak meluangkan waktu, tapi kebetulan waktu itu sedang ada acara di Bali. Tapi mendengar kelahiran cucu pertamanya, ibuku langsung pesen tiket pesawat ke bandung saat itu juga. Yang tentu aja ga semudah itu dapetnya.
Mengapa aku mendadak demam, padahal ga ada panggung dangdut? Ga aku juga bukan demam dangdut, aku ga suka dangdut (kecuali ike nurjanah yaa heee???), back to topic…. Ternyata hormone kita berubah, sebagai ibu baru tentunya sewajarnya kita mulai memproduksi asi. Ya karena aku mulai memproduksi asi. Untung ibu mertuaku ngasih aku botol yang diisi air hangat terus aku disuruh nempelin botol itu ke area payudaraku yang mulai mengencang karena asi. Beginikah semua ibu? Betapa hebatnya ya ibu-ibu kita dulu.
Aku request sama suster untuk membawa bayiku keruanganku. Setiap sehabis mandi, bayiku di bawa ke ruanganku. Tapi sayang saat itu bayiku malah sudah berkenalan dengan susu formula. Air asiku belum juga keluar dengan lancar. Paling hanya setetes.

Sekedar Info:
- Saat terasa kontraksi, pastikan sudah menyiapkan tas baju untuk dibawa ke RS.
- Ingatkan pihak RS bahwa kita akan memberi asi ekslusif.
- Wajar jika setelah melahirkan sang ibu akan demam-demam, artinya asi sedang diproduksi. Untuk meringankan rasa sakit di sekitar payudara, berilah sesuatu yang hanya seperti kompres dari karet yang bisa diisi air hangat.
- Jika perlu apa saja, selalu panggil suster. Pasti mereka bantu
- Minta suster untuk melakukan massage payudara agar asi cepat keluar dengan lancar. Sebelum asi keluar, payudara harus dimassage, dan sakitnya…. Yah yang penting ga sesakit melahirkan kan? Heheh.

Expand All
  • Share/Bookmark

No responses yet

Jun 04 2009

Kehamilan Trimester 2

logo2Trimester kedua
Menurut agama dan kepercayaan, saat kandungan berusia 4 bulan, janin mulai diberikan ruh. Makanya suka ada tradisi sukuran 4 bulanan. Yang tujuannya sih mendoakan si janin agar diberikan ruh yang soleh dll. Aku juga melaksanakan tradisi 4bulanan. Saat 4 bulan ini terasa getar2 di perut, katanya saat itulah janin telah bernyawa. Rasanya seneng saat dia bergerak. Apalagi seterusnya setiap subuh tiba, janinku ga bisa diem. Dia bangun dan bermaksud membangunkan ibunya supaya ge ketinggalan solat subuh, hehe3.

Aktivitas sedikit demi sedikit bisa berjalan lancar asal jangan terlalu capek.

Dan Alhamdulillah pada masa-masa usia 5 bulanan, aku mendapatkan kesempatan kembali, kali ini beasiswa kuliah akta mengajar dari yayasan dharmaloka milik pemerintah daerah. Untungnya Cuma 2 semester lamanya. Sambil hamil aku kuliah kembali, setelah lulus kuliah S1, 1 tahun 3 bulan yang lalu. Yah lumayan biar ada penyegaran untuk otak. Tapi sayang, aku paling ga tahan sama ilmu2 bersifat social ini. Aku merindukan persamaan2 dan solusi, aku merindukan bau hangus saat mensolder, aku kangen saat membuat ledakan di lab. Yang bikin satu ruangan jadi panik hehehe… tapi gapapa, dengan berbadan dua yang bawaannya males2an, harus kulawan semua rasa malas. Pokonya hamil unequal malas.

Susu untuk ibu hamil
Di trimester kedua, aku mulai ganti susu menyusui yang tadinya prenagen emesis, jadi prenagen biasa. Karena mual-mualku udah ilang. Tapi kadang aku suka mual kalo nyium bau nasi.
Sebaiknya ibu hamil perlu banget minum susu, supaya zat yang kurang kita penuhi dari makanan yang kita makan, akan terpenuhi dari susu.

Perawatan payudara
Aku mulai baca buku tentang asi. Dari situlah aku bertekad untuk member asi ekslusif untuk bayiku nanti. Alhamdulillah, sampai sekarang aku masih memberikan asi ekslusif.

Sekitar usia kandungan 5-6 bulan, dimulailah perawatan payudara. Menurut literature yang aku baca, perawatan payudara sangat berperan untuk program asi ekslusif nanti. Perawatan yang aku lakukan yaitu:

* Pemijatan

Biasanya setelah mandi. Peralatan yang diperlukan, handuk, 1 wadah air hangat, 1 wadah air dingin, minyak seperti minyak kelapa, vco atau baby oil.
Caranya : bersihkan payudara dengan air hangat, lalu pijat menggunakan minyak.
Cara pijatnya: Payudara diurut searah jarum jam, lalu berbalik arah. Kemudian urut dari pangkal menuju puting, namun puting jangan dipijat.
Selanjutnya bersihkan putting dengan kapas yang diolesi minyak. Kata ibuku, untuk membersihkan kotoran yang menutupi putting agar nantinya jalur keluar asi menjadi lancar. Juga supaya lentur.
Nah setelah itu bersihkan dengan handuk air hangat. Kemudian keringkan, kalau bisa setelah itu olesi krim/pelembab anti stretch mark.

* Memakai bra yang pas

Jangan yang longgar/sempit. Harus pas dan nyaman. Paling enak yang dari bahan katun, supaya ga gerah.

Tentang ASI
Sebaiknya banyak baca tentang asi. Suatu hari aku ga sengaja nonton acara di metro tv, kalo ga salah back to beck deh. Disana mendatangkan duta asi, sophie navita dan juga dokter utami ya kalo ga salah. Aku juga sebelumnya udah banyak baca literature tentang asi, dan ditambah nonton acara tersebut. Kita semua tau lah ya pentingnya asi. Nah disana juga membahas bahwa suksesnya pemberian asi itu bukan dari ibunya aja, tapi dukungan dari semua pihak. Termasuk sang ayahnya juga.

Breastfeeding father
Nah setelah nonton acara itu, aku cerita banyak sama suamiku. Betapa penting peran sang ayah. Untuk mensukseskan program asi ekslusif, harus terjadi kerjasama antara ayah, ibu dan bayi. Breastfeeding father yaitu ayah membantu ibu agar bisa menyusui dengan nyaman, sehingga asi yang dihasilkan maksimal.

Makanan
Trimester ke 2 saat dimana janin mengalami pertumbuhan terbesar. Aku juga mulai banyak makan nih. Aku juga mulai kayak kelinci, karena aku makan wortel.
Makanan yang dibutuhkan:

* Kalori

- Penting di masa ini, untuk pertumbuhan, perkembangan janin, plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak.

* Protein

Untuk membentuk jaringan baru

* Karbohidrat

Sumber utama untuk tambahan kalori, untuk ibu dan janin. Bisa dari roti, serealia, nasi dan pasta. Saat-saat inilah aku ngerasa laper hebat. Untuk jaga-jaga aku nyimpen roti tawar di kamar. Tapi sayangnya aku ga ngontrol berat badanku, alhasil, melar abis. Jadi sebaiknya BB dikontrol juga.

* Vitamin dan mineral

- Makanan makanan tersbut bisa berupa: ikan asin, ikan teri, ayam tanpa kulit, ati ayam, telur, kol, buncis, kangkung, wortel, kacang panjang, labu siam, sawi, terong, dsb, jangan lupa buah-buahannya: pisang (lagi2 pisang), papaya, jeruk, semangka, melon,dsb.

Expand All
  • Share/Bookmark

No responses yet

Jun 04 2009

Kehamilan Trimester 1

barramamaMasa-masa Kehamilan Trimester 1

Jadi teringat masa-masa aku hamil dulu (sekarang putraku mau 19 bulan). Waktu pertama tau aku hamil (waktu aku 23 jalan 24 tahun), aku seneng dan juga bingung, karena aku masih “bego” dan gatau apa-apa. Diantara temen-temen aku yg paling duluan hamil. Kalo menikah sih ada yg lebih duluan, Cuma kalo hamil, aku yg paling duluan. Jadi ga ada temen yang buat ditanya-tanya, yaa ada juga nanya orang tua dan dokter. Cuma aku ga puas. Voila, dalam sekejap koleksi buku-bukuku bertambah. Lemari bukuku kepenuhan malah. Karena aku santer beli buku-buku mulai dari kehamilan, melahirkan, menyusui, ngasuh bayi, sampe brosur-brosur dan mini booklet untuk membersihkan perabot bayi juga aku kumpulin.

Belum lagi resep-resep makanan bayi (kalo dia udah mulai makan). Malahan sampe brosur perabot apa aja yang harus dibeli dari salah satu toko produk bayi dan anak aku simpen juga. Kamar kerjaku penuh dan berantakan (maksudnya kamar buat nyimpen2 buku2 dan semua bacaan sih, yang ternyata aku dan suamiku sulap menjadi kamar bayi). Yah tujuannya sih biar ntar2 ga lupa (hehehehe berarti niat punya anak lagi kan?) dan juga buat sharing sama temen2, biar mereka ada temen sharingnya. Ga bego sendiri kyk aku dulu.

Pendarahan

Dulu, waktu pertama mau tau hamil (artinya belum tau, hehe) aku fitness karena ngerasa badan mulai bengkak. Aku emang telat haid, tapi namanya juga penganten baru, jadi masa bodo aja, dikira biasa aja kalo telat. Aku kan biasanya emang telat. Terus aku fitness, dan tiba-tiba aku pusing kayak orang kurang darah. Terus ternyata aku haid juga (pikirku begitu). Tapi aneh, haidnya kok Cuma saat itu aja. Secara kebetulan sepupuku meneleponku dan akhirnya kita jadi ngobrol macem2 dan saat aku cerita hal itu, dia menyarankan aku untuk beli testpack. Dan ternyata benar, setelah kuikuti sarannya, barulah kutau, aku hamil.

Tapi gara-gara fitness itu, aku pendarahan. Ibuku heboh banget, nyuruh aku ke dokter kandungan. Dan ternyata, gara-gara itu aku diharuskan bedrest. Wah, ternyata itu bukan hal remeh ya. Sejak saat itu kondisi kandunganku jadi ringkih. Aku ga boleh cape, ga boleh ini, itu.

Kesibukan dikurangi karena mengalami pendarahan

Jadi temen2, “Jangan remehkan pendarahan pada usia kandungan trimester pertama, ya!”.

Penyebabnya Cuma gara-gara aku fitness. Dan karena harus bedrest (kenyataannya aku ga nurut hehehe, ya ga bedrest banget jadinya, asal aku ga cape aja lah), terpaksa aku lepas kesempatanku untuk training di PT.INTI (program pemerintah itu loh, retooling gitu deh). Untung pihak PT.INTI berbaik hati dan mengerti kondisiku, jadi saat aku mengundurkan diri, ga ada masalah. Dan atasanku juga ngerti, akhirnya aku hanya bekerja 2 hari dalam seminggu (asiiikk….males-malesaaaan, eits ga ada kata males. Buku-buku yang numpuk itu harus dibaca kan?!). Untungnya ya, aku bukan fulltime kerjanya. Ngajar kan gimana jadwalnya aja.

Makanan saat trimester pertama

Trimester 1 merupakan saat terjadinya pembetukan organ-organ vital. Tentunya makanan si ibu sangat berperan kan. Nah setelah baca sana-sini, nanya sana-sini, disuruh ibuku, makanan dan minuman yang harus aku makan saat trimester pertama adalah:

  1. Minum air kacang ijo. Kata ibuku supaya rambut si janin tebal. Caranya, rebus kacang ijo yang udah bersih. Hanya rebus aja loh tanpa apa-apa. Hingga menyerupai air teh. Ambil airnya saja, dan minum. Pencet hidung, heheh yang ini ga usah diikutin, kecuali kalo ga tahan baunya.
  2. Minum susu ibu hamil. Maaf bukan iklan ya, tapi waktu itu aku disuruh dokterku minum prenagen emesis, karena ada anti mualnya juga. (masih penasaran juga kenapa ibu hamil bisa mual-mual? Kasih tau dong!)
  3. Makan pisang. Bukan bermaksud menyaingi homo sapiens lainnya loh hehehe. Pisang mengandung kolin, kolin baik untuk pertumbuhan otak janin
  4. Kacang-kacangan, seperti kacang merah
  5. Sayuran, seperti bayam, wortel dsb
  6. Makanan yang mengandung Kolin, DHA dan Asam Folat.
  7. Intinya sih makan yang bergizi, untuk ibu dan janinnya

Aktivitas Bersama Janin yang Menunjang Kecerdasannya

Aku mulai baca-baca tentang hamil. Janin sebenarnya sudah bisa diajak berkomunikasi. Ini baik untuk janin.

  1. Komunikasi sama janin. Misalnya, mengucapkan assalamualaikum di saat bangun tidur. Dan mengucapkan selamat tidur saat mau tidur.
  2. Sering bercerita pada sang janin, konon dengan begini akan menumbuhkan minat baca pada anak. Juga mempererat kedekatan ibu dan janin.
  3. Untuk ibunya, perhatikan kesehatan mental. Selalu berpikiran positif, banyak doa, kalo kata ibu dan ibu mertuaku, lagi hamil baca surat mariam dan yusuf. Rileks dan jangan stress. Banyak baca yg menunjang untuk segala persiapan kelahiran.
  4. Supaya rileks, aku menghindari tontonan yang bikin stress, tegang dan serem2. Terus pilihlah tontonan yang berkualitas, janin kita ikutan nonton juga loh.
  5. Mulai deh ngerawat badan, katanya kan melar tuh, kulit kita jadi ketarik2 dan pecah, jadi aku mulai oles kulit perut dengan minyak, boleh minyak VCO atau minyak kelapa atau apapun yang licin deh, asal jangan oli aja. :D

Semoga berguna

Expand All
  • Share/Bookmark

Comments Off

Tags

Search

Dapatkan 7 tips dari Nadia Meutia
dbcn rezki

Bantu suami cari duit di oriflame, yuk...
Hanya dengan mengalihkan belanja bulanan,
dan online, bisa dapatkan puluhan jt/bln,
simak tips dari Dini shanti,
ibu dgn phsilan 50jt/bln
bisnis online